Senin, 11 Juli 2011

AD / ART

ANGGARAN RUMAH TANGGA

LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT

MASYARAKAT WILAYAH ALIRAN SUNGAI

“MAWAS”

KABUPATEN GROBOGAN 2011



BAB I

ORGANISASI

NAMA, LAMBANG DAN MOTO

Pasal 1

NAMA

Lembaga Swadaya Masyarakat ini bernama Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS ’’

Pasal 2

LAMBANG

Lambang LSM berbentuk belah ketupat yang didalamnya terdapat gambar aliran sungai dari hulu ke hilir dengan dikelilingi garis pembatas dengan kombinasi warna lambang biru, hijau dan kuning.

Pasal 3

MOTTO

“ BERSATU UNTUK MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN DAN KEMAKMURAN

MASYARAKAT “

BAB II

TEMPAT KEDUDUKAN DAN WILAYAH KERJA

Pasal. 4

TEMPAT KEDUDUKAN

Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ berkedudukan di Kabupaten Grobogan, dengan alamat pertama di jalan Raya Purwodadi Solo km. 5 Rukun Tetangga 007, Rukun Warga 005, Dusun Sukoharjo, Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan

Pasal. 5

WILAYAH KERJA

Wilayah kerja Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ meliputi wilayah Kabupaten Purwodadi pada khususnya serta Wilayah Indonesia pada umumnya.

BAB III

AZAS DAN LANDASAN

Pasal 6

AZAS

Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ Berazaskan Pancasila dan berlandaskan Undang – Undang Dasar 1945.

BAB IV

MAKSUD DAN TUJUAN

Pasal 7

MAKSUD

Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ Bermaksud sebagai wadah yang menghimpun dan menggerakkan potensi yang ada dalam masyarakat daerah aliran sungai dan bendungan.

Pasal 8

TUJUAN

Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ bertujuan :

“Mewujudkan pengelolaan sumber disekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan bersama masyarakat secara adil, demokratis dan berkelanjutan untuk kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat.”

Pasal 9

VISI DAN MISI

Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ mempunyai visi dan misi sebagai berikut :

Visi :

- Menciptakan lingkungan hijau di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan

- Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan sumber daya manusia khussnya masyarakat disekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan

Misi :

- Memberdayakan masyarakat disekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan dalam usaha budidaya perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan pengembangan objek wisata dengan jiwa berbagi.

- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya dibidang lingkungan hijau dengan memanfaatkan potensi yang ada disekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan.

BAB V

USAHA - USAHA

Pasal 10

Untuk mencapai maksud dan tujuan yang tercantum pada Bab III, Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ akan melaksanakan bidang usaha berupa :

1. Menanam tanaman disekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan yang menghasilkan serta bermanfaat untuk menjaga kelestarian, kualitas bendungan.

2. Memberdayakan masyarakat dengan membuat sistem karamba dengan melibatkan masyarakat disekitar daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan.

3. Menjadikan daerah aliran sungai (DAS) dan bendungan sebagai tempat wisata terutama masyarakat disekitar pada khususnya dan masyarakat luar pada umumnya.

4. Melakukan usaha – usaha lain yang sesuai dengan maksud dan tujuan dari lembaga.

BAB VI

KEKAYAAN

Pasal 11

Kekayaan Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ terdiri dari :

1. Modal awal yang telah dikumpulkan oleh para pendiri dan anggota yang telah dipisahkan dari kekayaan pribadi dan sewaktu – waktu dapat dilihat karena tercatat pada Buku Keuangan Lembaga.

2. Sumbangan – sumbangan serta bantuan – bantuan dari para deramawan dan simpatisan atau badan – badan lain, baik berupa benda bergerak maupun benda tetap.

3. Hibah – hibah wasiat maupun hibah – hibah biasa, wakaf – wakaf, hadiah – hadiah dan lain sebagainya.

4. Dengan ketentuan – ketentuan yang telah ditetapkan oleh pengurus maka pengurus dapat mengembangkan kekayaan lembaga.

BAB VII

KEANGGOTAAN

Pasal 12

Yang dapat diterima menjadi anggota “ MAWAS “ adalah :

1. Warga Negara Indonesia yang mampu melakukan perbuatan hukum.

2. Telah cukup umur untuk melakukan tindakan hukum.

3. Telah menyetujui isi AD/ART

4. Anggota masyarakat yang bermoral dan berbudi pekerti yang baik dan mulia / luhur

5. Anggota masyarakat yang bersih lingkungan, tidak membedakan suku, ras dan agama.

6. Sanggup melaksanakan dan mentaati seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “

BAB VIII

MASA KEANGGOTAAN

Pasal. 13

Masa keanggotaan berakhir apabila anggota :

1. Meninggal Dunia.

2. Diberhentikan oleh pengurus atau rapat anggota, apabila :

a. Terbukti tidak memenuhi syarat-syarat keanggotaan.

b. Melakukan tindakan yang merusak / atau merugikan nama baik Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “.

c. Melalaikan kewajiban sebagai anggota setelah beberapa kali diperingati secara tertulis

3. Mengundurkan diri dari anggota Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “MAWAS “ setelah memberitahukan secara tertulis.

BAB IX

HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA

Pasal. 14

HAK

1. Setiap anggota Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ harus tunduk kepada ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus serta keputusan yang dibuat oleh pengurus Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “.

2. Rapat anggota diadakan minimal 1 tahun sekali.

3. Setiap anggota Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ diberikan Kartu Tanda Anggota (KTA) dengan masa berlaku 3 tahun.

4. Setiap anggota berhak untuk memiliki / mengesahkan segala sesuatu yang sifat dan tujuannya untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat dibidang ekonomi dan pembangunan.

Pasal. 15

KEWAJIBAN

1. Setiap anggota Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ bertanggung jawab penuh terhadap hutang piutang yang diakibatkan oleh kegiatan kelompok masing-masing yang ada hubungannya dengan usaha yang dijalaninya.

2. Setiap anggota yang mengetahui hal-hal yang tidak sesuai dengan usaha / kegiatan yang dilaksanakan oleh Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “ dapat melaporkan pada rapat anggota beserta pendiri / pengurus Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS”.

BAB X

BADAN PENDIRI

Pasal 16

1. Keanggotaan Badan Pendiri terdiri dari :

a. Mereka yang mendirikan lembaga ini (MAWAS).

b. Mereka yang menurut Badan Pendiri sejak berdirinya lembaga ini telah memberikan jasa – jasa yang berguna bagi lembaga.

2. Pemberhentian dan / atau pengangkatan anggota Badan Pendiri dengan ketentuan bahwa keputusan itu hanya sah jika hanya disetujui oleh sekurang – kurangnya ½ (setengah) daitambah sati dari jumlah suara yang sah.

BAB XI

TUGAS DAN WEWENANG BADAN PENDIRI

Pasal 17

Badan Pendiri merupakan Badan Tertinggi yang mempunyai tugas dan wewenang serta kekuasaan sebagai berikut :

1. Menetapkan perubahan Anggaran Dasar.

2. Mengangkat dan memberhentikan anggota Badan Pengurus.

3. Menetapkan garis – garis kebijaksanaan yang harus dijalankan oleh Badan Pengurus.

4. Mengawasi segala kegiatan Badan Pengurus.

5. Jika dianggap perlu Badan Pendiri dapat membentuk badan – badan lain atau mengangkat beberapa orang Penasehat atau Pelindung Lembaga.

BAB XII

BADAN PENGURUS

Pasal 18

Lembaga ini dipimpin dan dibina atau diurus oleh Badan Pengurus yang pada prinsipnya dibagi dalam dua bagian yang disebut Dewan Pendiri dan Dewan Pengurus.

1. Dewan Pendiri adalah organisasi ini dan anggota Dewan Pendiri personal yang mendirikan Lembaga ini keberadaannya bersifat tetap dan tidak dapat diganggu gugat.

2. Dewan Pengurus adalah terdiri dari :

- Ketua;

- Sekretaris;

- Bendahara;

- Seksi – seksi serta beberapa anggota.

3. Dewan Pengurus dipilih dan diangkat untuk waktu 3 (tiga) tahun lamanya dengan tidak mengurangi hak Dewan Pendiri untuk memberhentikan seseorang atau beberapa orang anggota Dewan Pengurus sewaktu – waktu jika diperlukan.

4. Jabatan Dewan Pengurus dapat dirangkap oleh Dewan Pendiri.

5. Dewan Pengurus berhak mengangkat beberapa orang pelindung, Penasehat dan lain – lain yang sekiranya dipandang perlu dan bermanfaat bagi lembaga.

6. Dewan Pengurus atas permufakatan bersama dapat mengangkat staf untuk membantu pekerjaan sehari – hari.

BAB XIII

KEWAJIBAN DAN WEWENANG PENGURUS

Pasal 19

1. Pengurus berkewajiban melaksanakan kepengurusan Lembaga demi mencapai makdsud dan tujuan Lembaga dengan memperhatikan ketentuan dalam anggaran dasar peraturan perundang – undangan yang berlaku.

2. Pengurus mengatur seperlunya dalam Anggaran Rumah Tangga semua hal yang tidak atau belum cukup diatur dalam Anggaran Dasar dan membuat peraturan yang dipandang perlu dan berguna untuk Lembaga dengan persetujuan Badan Pendiri. Anggaran Rumah Tangga tersebut baru berlaku setelah mendapat persetujuan dari Badan Pendiri.

Anggaran Rumah Tangga tidak boleh bertentangann dengan Anggaran Dasar Lembaga.

3. Pengurus wajib melaporkan segala tindakan dan kegiatannya secara tertulis satu (1) bulan sekali kepada Badan Pendiri dan setiap kali diminta oleh Badan Pendiri.

4. Dalam setiap Rapat Tahunan Badan Pendiri, Pengurus menyampaikan Laporan Tahunan berkenaan dengan segala tindakan dan kegiata Lembaga untuk tahun buku yang berjalan.

BAB XV

BADAN PEMERIKSA

Pasal 20

Badan Pendiri dapat menunjuk badan pemeriksa untuk mengawasi pelaksanaan dalam kegiatan usaha, Suatu badan pemeriksa sekurang-kurangnya 3 orang anggota.

Pasal. 17

Badan pemeriksa harus membuat laporan setelah mengadakan pemeriksaan sekurang-kurangnya 2 kali dalam 1 tahun ( 6 Bulan sekali ) Dan dapat diketahui oleh anggota tetap “ MAWAS “

Pasal. 18

Badan pemeriksa dapat menjalankan tugasnya sewaktu-waktu apabila dianggap penting dan ada hal-hal yang menyimpang dari pada AD / ART, baik oleh anggota, maupun anggota pengurus.

BAB. XI

RAPAT PENGURUS

Pasal. 19

1. Rapat pengurus dan pendiri dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu dan mendesak untuk kepentingan dan kewajiban “ MAWAS “

2. Rapat pengurus atau pendiri “ MAWAS “ dilakukan sekurang-kurangnya 1 kali dalam satu bulan ( Bila mana ) diperlukan.

3. Rapat pengurus / pendiri dapat dilaksanakan :

a. Atas permintaan lebih dari separuh jumlah anggota

b. Atas kehendak pengurus

4. Keputusan rapat pengurus merupakan keputusan yang syah dan dapat dipertanggungjawabkan.

5. Keputusan rapat diambil berdasarkan hasil kebijaksanaan dalam permusyawaratan ( Mupakat ) merupakan keputusan bersama.

6. Apabila tidak dapat dihadiri oleh sebagian dari anggota pengurus atau dewan pendiri tetapi telah memenuhi syarat pengurus harian dipandang lengkap rapat dapat diadakan dengan tujuan untuk kemajuan “ MAWAS “

Pasal. 20

Untuk merubah anggaran rumah tangga harus diadakan rapat pengurus / pendiri dan dapat melibatkan anggota jika dianggap perlu.

Pasal. 21

Semua keputusan rapat di catat dan di tanda tangan oleh unsure pengurus / pendiri “MAWAS “

BAB XII

MUSYAWARAH

Pasal 22

1. Dalam mengambil keputusan dilakukan dengan musyawarah dan kekuasaan tertinggi dalam Lembaga adalah musyawarah pleno yang terdiri dari Badan Pendiri dan Badan Pengurus.

2. Musyawarah bila tidak menghasilkan mufakat, maka pengambila keputusan dilakukan dengan suara terbanyak atau paling sedikit ½ (setengah) ditambah satu dari suara yang sah.

3. Musyawarah Badan Pendiri sedikitnya dilakukan 1 (satu) tahun sekali.

4. Musyawarah Badan Pengurus sedikitnya dilakukan 2 (dua) tahun sekali.

5. Musyawarah Pengurus Harian diadakan setiap waktu diperlukan.

6. Musyawarah berlangsung sah apabila dihadiri oleh separo ditambah satu dari jumlah anggota.

7. Musyawarah pleno dilakukan apabila terjadi satu permasalahan yang tidak dapat dipecahkan oleh musyawarah lainnya.

BAB XIII

TAHUN BUKU

Pasal 23

1. Tahun buku Lembaga dimulai dari awal bulan Januari sampai dengan akhir bulan Desember tiap tahun, untuk pertama kali pembukuan Lembaga ditutup pada akhir bulan Desember tahun dua ribu sebelas (2011).

2. Pengurus diwajibkan untuk menyusun secara tertulis laporan tahunan paling lambat 5 (lima) ulan setlah berakhirnya tahun buku.

3. Laporan tahunan memuat sekurangnya :

a. Laporan keadan dan kegiatan Lembaga selama tahun buku yang lalu serta hasil yang telah dicapai;

b. Laporan keuangan yang terdiri atas laporan posisi keuangan pada akhir periode, laporan aktivutas, laporan arus kas dan catatan laporan keuangan;

c. Transaksi yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi Lembaga.

4. Laporan tahunanwajib ditandatangani oleh para Pengurus. Dalam hal terdapat anggota Pengurus yang tidak menandatangani laporan tersebut, maka yang bersangkutan harus menyebutkan asalan secara tertulis.

5. Laporan tahunan disahkan oleh Pendiri dalam rapat Tahunan Pendiri.

6. Pengesahan atas laporan tahunan oleh Pendiri dalam ayat 5 diatas berarti pemberian pelunasan dan pembebasan sepenuhnya kepada Pengurus atas tindakan pengurusan dan kepada Pendiri atas tindakan pengawasan yang dilakukan dalam tahun buku yang lampau, sepanjang tindakan tersebut tercermin dari laporan tahunan tersebut.

BAB XIII

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR

Pasal. 24

1. Keputusan untuk mengubah anggaran dasar lembaga hanya sah apabila diambil oleh rapat pendiri yang dihadiri oleh paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota pendiri.

2. Keputusan rapat yang dimaksud dalam ayat 1 harus diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan secara musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan pemungutan suara berdasarkan suara setuju paling sedikit 2/3 (dua per tiga) dari seluruh jumlah anggota pendiri yang hadir dan atau diwakili dalam rapat.

3. Dalam hal korum sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 diatas tidak tercapai, maka rapat Pendiri kedua dapat diselenggarakan paling cepat 3 (tiga) hari setelah rapat pertama.

Rapat Pendiri kedua sah, apabila dalam rapat hadir atau diwakili lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota Pendiri dan keputusan tersebut sah, apabila diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan diambil dengan pengumutan suara berdasarkan persetujuan suara terbanyak dari jumlah anggota Pendiri yang hadir atau diwakili dalam rapat.

BAB XIV

CARA MENGGUNAKAN SISA KEKAYAAN

Pasal. 25

Jikalau Lembaga dibubarkan maka Badan Pengurus berkewajiban mengatur dan membereskan sisa kekayaan Lembaga dibawah pengawasan Badan Pendiri, kecuali jika musyawarah Badan Pendiri menentukan cara menggunakan sisa kekayaan dengan memperhatikan dasar dan tujuan Lembaga.

BAB XV

PENUTUP

Pasal. 26

Hal-hal yang belum diatur didalam anggaran rumah tangga ini akan diatur kemudian didalam ketentuan-ketentuan khusus.

Pasal. 29

Anggaran rumah tangga ini berlaku sejak ditetapkan oleh rapat pendiri / pengurus Masyarakat Wilayah Aliran Sungai disingkat “ MAWAS “.

Ditetapkan di : Purwodadi - Grobogan

Pada tanggal : 12 Juli 2011

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms